pertanyaan tentang hakikat belajar dan pembelajaran
MenurutHamzah B. Uno (2007: 23) hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan
Adatiga pandangan teoretis tentang hakikat bahasa, yakni pandang struktural, pandangan fungsional, dan pandangan interaksional. Pertama, dan yang paling tradisional jika dibandingkan dengan yang lain adalah pandangan struktural yang berpendapat bahwa tiap bahasa itu mempunyai struktur yang berbeda-beda; bahasa adalah sistem unsur yang
yangmencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat (Kemendikbud, 2011). Mata pembelajaran kimia mempelajari segala sesuatu tentang zat yang
Dariberbagai bentuk interaksi, khususnya mengenai interaksi yang disengaja, ada istilah interaksi edukatif. Interaksi edukatif ini adalah interaksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. Dalam arti yang lebih spesifik pada bidang pengajaran, dikenal adanya istilah interaksi belajar-mengajar.Interaksi belajar-mengajar
HakikatBelajar dan Pembelajaran. Kumpulan artikel pendidikan, pembelajaran dan penelitian. Education Zone. Berisikan tautan dari berbagai sumber internet tentang : media pendidikan, model-model pembelajaran, motode pembelajaran, strategi belajar mengajar, evaluasi pembelajaran, assesment outentik, penelitian pendidikan, metode penelitian
Frau Mit 2 Kindern Sucht Mann. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cara Memanfaatkan Pemakaian HP di Kelas Saat BelajarPendahuluan Perkembangan teknologi, terutama ponsel pintar smartphone, telah mengubah cara kita belajar. Di era digital saat ini, penggunaan ponsel dalam konteks pembelajaran bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Artikel ini akan memberikan beberapa cara pemakaian HP di kelas saat belajar yang dapat memberikan manfaat bagi Aplikasi Pembelajaran Ponsel pintar dapat menjadi alat yang berguna untuk mengakses aplikasi pembelajaran. Ada banyak aplikasi yang tersedia secara gratis atau berbayar yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Beberapa aplikasi populer termasuk Khan Academy, Duolingo, Photomath, dan Quizlet. Dengan menggunakan aplikasi ini, siswa dapat belajar dengan cara yang interaktif dan menarik. Mencatat dengan Aplikasi Catatan Ponsel pintar juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencatat. Banyak aplikasi catatan yang dapat diunduh, seperti Evernote atau Microsoft OneNote, yang memungkinkan siswa untuk membuat catatan secara digital. Keuntungan menggunakan aplikasi catatan adalah catatan tersebut dapat dengan mudah diorganisir, dicari, dan dibagikan. Siswa juga dapat menggunakan fitur suara atau foto untuk mencatat informasi dengan cepat. Mengeksplorasi Sumber Belajar Online Dalam kelas, ponsel dapat digunakan untuk mencari sumber belajar tambahan secara online. Dengan akses internet, siswa dapat mencari materi pelajaran yang lebih mendalam, menonton video pembelajaran, membaca artikel, atau mengakses sumber daya edukatif lainnya. Ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang topik yang sedang dan Diskusi Ponsel juga dapat digunakan untuk berkolaborasi dengan teman sekelas atau untuk berpartisipasi dalam diskusi online. Siswa dapat menggunakan pesan teks, grup chat, atau platform kolaboratif seperti Google Docs untuk berbagi ide, bertanya pertanyaan, atau memecahkan masalah bersama. Ini memfasilitasi kerja kelompok dan memperluas lingkup pembelajaran siswa di luar ruang dan Pengatur Waktu Fitur pengingat dan pengatur waktu pada ponsel dapat membantu siswa mengatur jadwal belajar mereka. Siswa dapat menggunakan alarm atau pengingat untuk membantu mereka mengatur waktu belajar, mengingat tenggat waktu tugas, atau mengatur jadwal untuk ulangan. Dengan pengaturan waktu yang baik, siswa dapat meningkatkan efisiensi belajar Penggunaan ponsel pintar di kelas saat belajar dapat memberikan manfaat jika digunakan dengan bijak. Dengan menggunakan aplikasi pembelajaran, aplikasi catatan, dan eksplorasi sumber belajar online, siswa dapat memperdalam pemahaman mereka tentang materi pelajaran. Kolaborasi dan diskusi menggunakan ponsel juga memungkinkan siswa untuk memperluas perspektif mereka. Terakhir, fitur pengingat dan pengatur waktu pada ponsel dapat membantu siswa mengatur jadwal belajar mereka. Dengan menggunakan ponsel secara bijak, siswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mereka dan memaksimalkan potensi ponsel sebagai alat pembelajaran yang bermanfaat Lihat Pendidikan Selengkapnya
Learning is a process that must be done by every individual to get knowledge. It is considerably a fundamental element in the implementation of any education level. The success of education depends on the student learning process both within and outside the school. In formal education the learning process is inseparable from to the teaching and learning process. Both of these processes are synergized to realize the ideals of the nation in order to educate the life of the world. As learning creatures and educational practitioners, whatever related to learning is important to know. Learning is a conscious activity undertaken by individuals through training and experiences that produce behavioral changes that include the cognitive, affective and psychomotor aspects. While teaching and learning is a system or process of teaching subject matters that are planned, implemented, and evaluated systematically so that students can achieve the learning objectives effectively and efficiently. Th...
A. HakikatBelajar Hakikat Belajar Manusia memiliki kemampuan untukselalu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Kemampuan manusia semakinbertambah dengan banyaknya pengalaman yang didapat. Belajar merupakan proses dimana manusia mencari pengalaman untuk terus bertahan hidup. Menurut Burton1984 dalam Siregar 2014 4, “belajar adalah proses perubahan tingkah lakupada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannyasehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya”. Gagne danBerliner 1983 252 dalam Rifa’i 2011 82 menyatakan bahwa belajar merupakanproses dimana suatu organisme mengubah perilakunya sebagai hasil daripengalaman. Fontana 1981 dalam Winataputra2007 berpendapat bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan yangrelatif tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. SepertiFontana, Gagne 1985 dalam Winataputra 2007 juga menyatakan bahwa “belajaradalah suatu perubahan dalam kemampuan yang bertahan lama dan bukan berasaldari proses pertumbuhan”. Slameto2010 2menyampaikan bahwa belajar ialahsuatuproses usaha yang dilakukan seseoranguntuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan tersebut menekankan bahwa belajar adalah sebuah proses, artinyabelajar tidak dilakukan secara singkat melainkan terus menerus continu. Belajar adalah usaha, yangdilakukan oleh individu untuk menjadi lebih baik, dan merupakan hasil dariperilaku sebelumnya yang berupa pengalaman. SementaraSurya 1997 dalam Rusman2015 13,menjelasakan bahwabelajar sebagaisuatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan prilakusecara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman pribadi itu sendiri dalaminteraksi dengan lingkungannya. Surayamenjelaskan bahwa belajar adalah proses, artinya bahwa belajar adalah hasildari sebuah tindakan yang dilakukan atau tidak tiba-tiba berubah. Lebih lanjutbelajar itu merupakan suatu tindakan yang disengaja. Tindakan yang disengajaitu adalah untuk mencapai perubahan yang 2015 12berpendapat bahwa belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi danberperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Pendapattersebut menempatkan belajar sebagai faktor dalam pembentukan karakter danperilaku. Pembentukan pribadi dan prilaku seseorang sangat dipengaruhi olehkegiatan belajarnya, misal dia tidak dapat belajar dengan baik, maka akanmenghasilkan pembentukan pribadi dan prilaku tidak baik begitupun sebaliknya. Howard L. Kingskey dalam Rusman 2015 13mengatakan bahwa learning is process bywhich behavior in the broader sence os originated or changed through practiceor adalah proses yang mana perilaku dalam arti luas ditimbulkan atau diubah melalui praktik tersebut hampir samadengan pendapat dari Surya yang menjelaskan bahwa belajar merupakan hasil dariproses. Proses yang dimaksud oleh Howard L kingkey berupa latihn atau berdasarkan pendapat ahli diatas, hal yang paling utama dalam belajaradalah terjadinya perubahan prilaku. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajaradalah proses secara sadar yang dilakukan untuk mencapai tujuan, belajarditandai dengan adanya perubahan perilaku secara menyeluruh yang diakibatkanoleh interaksi secara individu maupun secara kelompok. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkanbahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu sebagaiakibat dari pengalaman yang berupa interaksi dengan lingkungan sekitar. Melihatdari berbagai pendapat ahli, Rifa’i 2011 82-83 menyebutkan bahwa konsepbelajar mengandung tiga unsur utama yaitu 1. Belajar berkaitan denganperubahan perilaku. Dalam kegiatan belajar di sekolah,perubahan perilaku siswa mengacu pada kemampuan mengingat atau menguasaiberbagai bahan belajar dan kecenderungan siswa memiliki sikap dan nilai-nilaiyang diajarkan oleh pendidik. Untuk mengukur apakah seseorang telah belajaratau belum belajar, diperlukan adanya perbandingan antara perilaku sebelum dansetelah mengalami kegiatan belajar. Apabila terjadi perbedaan perilaku, makadapat disimpulkan bahwa itu telah belajar. 2. Perubahan perilaku itu terjadikarena didahului oleh proses pengalaman. Pengalaman dapat membatasijenis-jenis perubahan perilaku yang dipandang mencerminkan belajar. Perubahanperilaku karena pertumbuhan dan kematangan fisik, seperti tinggi badan, berat badan,dan kekuatan fisik, tidak dipandang sebagai hasil belajar. Kematangan pada diriseseorang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, dan kematangan itumenjadi prasyarat untuk belajar. 3. Perubahan perilaku karena belajarbersifat relatif permanen. Seseorang yang mampu memahami prosesbelajar dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari belajar pada kehidupannyata, maka ia akan mampu menjelaskan segala sesuatu yang ada di mengacu pada perubahan perilaku yang terjadi sebagai akibat dariinteraksi antara individu dengan lingkungannya. Apa yang dipelajari seseorangdapat diuraikan dan disimpulkan dari perubahan yang terjadi. Perubahan perilaku pada setiapindividu berbeda-beda bergantung dari pengalaman yang mereka yang bermakna akan membentuk perilaku yang jauh lebih kuat. Samahalnya dengan proses belajar pada siswa, ketika proses belajar kurang bermaknaakan mengakibatkan perubahan perilaku yang terjadi bersifat dibutuhkan proses pembelajaran yang variatif yang mampu memberikankesempatan bagi siswa untuk bertanya, mencari dan mencoba sendiri apa yangsedang mereka pelajari. Kegiatan semacam ini memberi kesan tersendiri bagisiswa sebagai hal yang menarik dan tidak membosankan yang berujung padakebermaknaan sebuah pembelajaran. Dengan demikian, perubahan perilaku sebagaihasil proses belajar akan maksimal. Ciri – Ciri Belajar Menurut Surya1997 dalam Rusman 201514 ada delapan ciri-ciri dariperubahan perilaku, yaitu 1 perubahan yang disadari dan disengaja, 2perubahan yang berkesinambungan, 3 perubahan yang fungsional, 4 perubahanyang bersifat positif, 5 perubahan yang bersifat aktif, 6 perubahan yangbersifat permanen, 7 perubahan yang bertujuan dan terarah, 8 perubahanperilaku secara keseluruhan. Perubahan yang disadari atau disengaja artinya adalah bahwa perubahan merupakanhasil dari sebuah pemikiran. Perubahan dilakukan tanpa adanya paksaan danterjadi atas dasar keinginan. Perubahan berkesinambungan artinya bahwaperubahan yang terjadi merupakan kelanjutan dari pengetahuan atau hasil dariperubahan sebelumnya. Perubahan yang fungsional artinya bahwa perubahan yangbaik, perubahan yang baik dimaksudkan bahwa perubahan yang terjadi akibat daribelajar adalah perubahan yang dapat berfungsi untuk hal hal yang bersifatpositif. Perubahan yang bersifat aktif artinya adalah perubahan tersebutmerupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan, bukan karena sebuah perlakuandari luar. Perubahan bersifat permanen diartikan sebagai perubahan yangberlangsung lama, dan tetap. Perubahan tersebut bukan yang bersifat yang terarah artinya perubahan tersebut sudah direncanakan sedemikianrupa atau diartikan lagi sebaai sebuah perubahan yang disadari. Dan perubahanperilaku secara keseluruhan mempunyai arti bahwa perubahan yang terjadi secaramenyeluruh tidak bagian per bagian. Sedangkan menurutSlameto 2010 3 menyampaikan bahwa ciri-ciri dari perubahan tingkah lakudalam pengertian belajar, yaitu 1 perubahan terjadi secara sadar, 2perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional, 3 perubahan dalambelajar bersifat positif dan aktif, 4 perubahan dalam belajar bukan bersifatsementara, 5 perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah, 6 perubahanmencakupseluruh aspek tingkah laku. B. HakikatPembelajaran Hakikat Pembelajaran Kata pembelajaran diambil dari katadasar “ajar” ditambah awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi kata “pembelajaran”,diartikan sebagai proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehinggaanak didik mau belajar Susanto2013 19. Pembelajaran menurut Briggs 1992 dalam Rifa’i 2011191 adalah “seperangkat peristiwa events yang mempengaruhi peserta didik sedemikian rupa sehingga peserta didik itu memperoleh kemudahan”.Seperangkat peristiwa itu membangunsuatu pembelajaran yang bersifat internal jika peserta didik melakukan self instruction dan bersifat eksternal dengan guru sebagai pendidik. Sedangkan menurutWinkel 1991 dalam Siregar 201412, “pembelajaran adalah seperangkat tindakan yangdirancang untuk mendukung prosesbelajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaiankejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa”. Berdasarkan pendapat di atas, dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dengan sengajadirancang untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinyasecara maksimal. Pembelajaran pada dasarnya bertujuanuntuk mengarahkan bagaimana siswa berperilaku. Perilaku yang ditunjukan siswaharus sesuai dengan apa yang telah dirumuskan dalam tujuan sebagai hasil daripembelajaran. Hasil belajar akan diperoleh secara maksimal ketika pembelajarantersebut memberi makna bagi siswa. Untuk itu, kreativitas guru dalam prosespembelajaran sangat diperlukan. Gagne 1977 dalam Siregar 2014 16-17mengemukakan ada 9 prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakanpembelajaran, sebagai berikut Menarik perhatian yaitu hal yangmenimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang lucu, aneh,kontradiksi atau kompleks. Menyampaikan tujuan pembelajaranyaitu memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesaimengikuti pelajaran. Mengingatkan konsep/prinsip yangtelah dipelajari. Menyampaikan materi pelajaran. Memberikan bimbingan belajar yaitumelalui pertanyaan-pertanyaan. Memperoleh kinerja/penampilan siswayaitu siswa diminta untuk menunjukan apa yang telah dipelajari. Memberikan balikan yaitu memberitahuseberapa jauh ketepatan penampilan siswa. Menilai hasil belajar yaitumemberikan tes / tugas. Memperkuat retensi dan transferbelajar yaitu merangsang kemampuan mengingat-ingat dan mentransfer denganmemberikan rangkuman. Ketika guru mampu melaksanakanpembelajaran sesuai prinsip yang ada, diharapkan akan tercipta pembelajaranyang bervariasi. Pembelajaran yang menarik akan mampu menarik minat belajarsiswa yang akan diiringi dengan hasil belajar yang meksimal. C. HasilBelajar Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono20093 hasil belajar merupakan hasildari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Pendapat tersebutmenekankan bahwa hasil belajar berasal dari suatu interaksi. Interaksi adalahkomunikasi anatar guru dan peserta didik. Dari sisi guru,tindakmengajar diakhiri denganproses evaluasi hasil belajar. Sedangkanmenurut Suprijono 20095hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,sikap-sikap, apresiasi, dan ketrampilan. Hal ini berarti hasil belajarmerupakan cerminan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran. Cerminan inimerupakan akibat dari terjadinya suatu proses interaksi anatar guru dan murid yang disebut dengan prosespembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilandasi olehsebuah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Ketercapaian tujuanpembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang telah diperoleh siswa. Rifa’i2011 85 mengatakan “hasil belajar merupakan perubahan perilaku yangdiperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar”. Sejalan denganpernyataan Rifa’i, Susanto 2013 5 mengemukakan bahwa “hasil belajar adalahkemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar”. Gagne dalamPurwanto 2014 42 menambahkan bahwa “hasil belajar adalah terbentuknyakonsep, yaitu kategori yang kita berikan pada stimulus yang ada di lingkunganyang menyediakan skema yang terorganisasi untuk mengasimilasi stimulus-stimulusbaru dan menentukan hubungan di dalam dan diantara kategori-kategori”. Hasil belajar harus menunjukan suatuperubahaan tingkah laku atau perolehan perilaku yang baru dari siswa yangbersifat menetap, fungsional, positif dan disadari Anitah 2009 Gagnedalam Suprijono 2012 5-6 mengemukakan bahwa hasil belajar berupa 1informasi verbal, yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentukbahasa, baik lisan maupun tertulis; 2 keterampilan intelektual, yaitukemampuan mempresentasikan konsep dan lambang; 3 strategi kognitif, yaitukecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri; 4keterampilan motorik, yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalamurusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani; 5 sikapadalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadapobjek tersebut. Keberhasilan siswa dalam mencapaihasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Wasliman 2007 dalam Susanto2013 12-13 menyebutkan bahwa hasil belajar yang dicapai peserta didikmerupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya, faktor tersebutyaitu Faktor internal merupakan faktoryang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuanbelajarnya. Faktor internal ini meliputi kecerdasan, minat dan perhatian,motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar serta kondisi fisik dankesehatan. Faktor eksternal merupakanfaktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasilbelajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku siswa sebagai akibat dari proses belajar yang dipengaruhi olehfaktor dalam dirinya maupun dari luar. Perubahan perilaku pada siswa haruslahbersifat menyeluruh menyangkut semua aspek. Oleh karena itu, guru harusmemperhatikan secara seksama supaya perilaku tersebut dapat dicapai sepenuhnya olehsiswa. Guru merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasil belajarsiswa. Susanto 2013 13 menjelaskan bahwa peran guru dalam proses pembelajaransangat penting. Sebab, siswa merupakanorganisme yang sedang berkembang yang memerlukan bimbingan dan bantuan orang harus mampu melihat siswanya sebagai pribadi yang berbeda-beda, di manakebutuhan setiap siswa akan berbeda dengan siswa lain. Perlakuan yang tepatoleh guru akan membantu siswa dalam memperoleh hasil belajar yang maksimal. DAFTARPUSTAKA Siregar, Eveline dan Hartini Nara. 2014. Teori Belajar danPembelajaran. Bogor Ghalia Indonesia. Rifa’i, Achmad dan Catharina Tri Anni. 2011. Psikologi UNNES Press. Purwanto. 2014. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta PustakaPelajar. Suprijono, Agus. 2012. Cooperative Learning. YogyakartaPustaka Pelajar. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Kencana Prenada Media Group. Winataputra, Udin S dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta UniversitasTerbuka. Slameto. 2010. Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. JakartaRineka Cipta Model-model pembelajaran. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada. Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori &Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta Pustaka Belajar. Sumber
pertanyaan tentang hakikat belajar dan pembelajaran