vox ntt manggarai timur hari ini

KepalaDinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur, Herman Kodi, menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat 18 Frebuari 2022. Dijelaskan Herman, dari total 4.171 KK itu dengan rincian, penangkapan 2.383 KK dan budidaya ikan sebanyak 1.788 KK. Sedangkan jumlah alat tangkap, jelas Herman, 658 buah dengan rincian jukung 240 BeritaManggarai Timur - Wisatawan ternyata bisa melihat langsung komodo di Dampek dan Pota. Dilaporkan komodo sering berjemur di sana. Perbincanganseputar isu politik menjelang hajatan demokrasi Manggarai Timur akir-akir ini seakan menjadi isu utama, mulai dari diskusi di meja makan hingga di media-media social. Dari diskusi yang berkembang di kalangan masyarakat Manggarai Timur hingga hari ini, tampak paket pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur yang saat VOXTIMOR - Bus yang ditumpang 22 anggota BKO dari Direktorat Samapta Polda NTT terbalik saat kembali melakukan pengamanan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Bus yang ditumpang 22 anggota BKO itu dilaporkan terbalik di Waelengga, Kecamatan Kota Lomba, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat, 5 Agustus 2022 malam. ZodiakHari Ini Minggu 7 Agustus 2022: Aquarius, Gemini dan Virgo Coba Berkata Jujur Jangan Memendam Perasaan VOX TIMOR - Sebagian orang masih percaya jika ramalan Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Telepon : 081239567833 Email : timorvox@ Rakyat Timor. Daerah. Hukrim. Politik. Pendidikan. Frau Mit 2 Kindern Sucht Mann. Ruteng, - Vox Point Manggarai VPM Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, resmi memiliki kantor sekretariat di Ruteng. Peresmian kantor itu dilakukan Sabtu 11/7/2020 lalu dalam sebuah upacara inkulturatif yang dipimpin Rm Dr Inosensius Sutam. Sementara pemberkatan dipimpin Rm Dr Max Regus. Ketua Vox Point Manggarai, Erlan Yusran mengaku senang dengan keberadaan sekretariat ini. “Sebagai organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang pengkaderan awam Katolik, tentu Vox Point sangat membutuhkan sekretariat. Selain sebagai tempat untuk urusan kesekretariatan, juga untuk mengadakan kegiatan diskusi-diskusi berkaitan dengan berbagai isu-isu yang berhubungan dengan perkembangan gereja dalam konteks mondial, maupun dalam konteks lokal,” tandas Erlan. Max Regus mengucapkan terima kasih kepada pihak Gereja Katedral Ruteng yang telah memberikan sebagian dari gedung sekretariat paroki untuk kepentingan Vox Point Manggarai. “Kami berterima kasih banyak untuk kemurahan hati ini. Dengan adanya pemberian fasilitas sekretariat ini menandakan bahwa kehadiran organisasi sayap seperti Vox Point sangat dibutuhkan oleh gereja lokal Keuskupan Ruteng untuk bahu membahu mengembangkan kerajaan Allah di muka bumi ini,” imbuhnya. Adapun kader awam Katolik Domikus Waso mendukung kehadiran Vox Point Manggarai ini. "Organisasi umat seperti ini penting untuk menjadi katalisator antara kebijakan gerejawi dengan kebutuhan umat. Organisasi ini akan memberikan pikiran kepada hirarki tentang kebutuhan urgen dan aktual umat saat ini, sehingga kebijakan gereja selalu bisa menjawab kebutuhan umat dan menyesuaikan dengan kepentingan umat," ungkap Dominikus. Sumber Saksikan live streaming program-program BTV di sini Oleh Yohanes A. Loni Gubernur Nusa Tenggara Timur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja ke Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur pada Sabtu 22/05/2021. Kunjungan Gubernur Viktor Laiskodat dan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas seharusnya menyadari bahwa kabupaten itu mempunyai potensi yang cukup untuk menopong pembangunan, terutama dari segi sumber daya alam sebagai dasar pemasukan pendapatan asli daerah PAD. Kopi identik dengan Manggarai Timur. Aroma kopi menjadi ikon komoditi unggulan di wilayah itu. Hampir kopi menyebar merata di Lamba Leda, Borong, Kota Komba, Elar, dan Poco Ranaka. Seperti pepatah di sini ada kopi, di sana ada kopi’. Di mana-mana ada tanaman kopi kecuali wilayah pesisir pantai seperti Sambi Rampas. Maka syair danding manga kopi manga doi’ ketika ritual hang woja weru’, dhasa jawa nguzha” bagi orang Rongga atau ritual syukur lainnya hanya mau menunjukkan kepada publik betapa membanggakan pemilik tanaman kopi itu. Berkenan dengan pengesahan UU No. 36 Tahun 2007, tanggal 17 Juli 2007 tentang pembentukan Kabupaten Manggarai Timur kita wajib merenungkan keharuman kopi Manggarai Timur agar tetap menyengat menusuk hidung. Sebab tanaman kopi tidak saja menjadi penyangga ekonomi keluarga, tetapi sekaligus economics historic-nya Manggarai Timur. Kopi di Manggarai Timur tidak disebutkan secara jelas muasal komoditi andalan tanah mbate lerong dise empo itu. Hampir pasti campuran tangan para misionaris asinglah yang memperkenalkan tanaman kopi itu. Alhasil, sejak tahun 1920 kopi sangat populer di kawasan Gelarang Colol, Kecamatan Poco Ranaka. Aroma Kopi Colol pulalah penyihir simpati Pemerintahan Belanda, sehingga pada tahun 1937 memberi penghargaan kepada Bernadus Ojong sebagai pemenang perlombaan kebun kopi Arabika. Hingga kini penghargaan berupa bendera masih tersimpan di rumah Rudolf Ronco. Pada bendera ukuran 160×2000 senti meter itu bertuliskan “Pertandingan Keboen 1937”. Angka ini ditulis di atas gambar pucuk kopi Manggarai dalam bentuk setengah lingkaran. Jadi hampir pasti, daerah Colol sudah dikenal sebagai penghasil kopi sejak zaman kolonial Belanda. Pemberian bendera itu merupakan simbol pengakuan terhadap Colol sebagai penghasil kopi yang secara nyata di wilayah Manggarai Timur. Manggarai Timur menjadi terkenal karena adanya kopi. Bahkan aroma kopi Colol, misalnya, memberi getah rasa sejajar dengan kopi Ermera di Timor Leste atau kopi Liwa di Lampung. Menyadari besarnya tanaman kopi di Manggarai Timur pemerintahan Bupati Agas Andreas perlu adanya perhatian serius pengembangan tanaman kopi menjadi idola. Manggarai Timur juga merupakan daerah penghasil kopi tertinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di NTT. Potensi kopi terbesar di Kecamatan Lamba Leda Raya, Borong, Kota Komba, dan Elar. Kawasan bagian timur itu juga merupaka penghasil kemiri, vanili, dan berbagai jenis tanaman perdagangan lainnya. Penyebaran areal kopi maupun kemiri cukup rata di seluruh kecamatan. Tentu saja sumber daya alam itulah menjadi tumpuan harapan rakyat Kabupaten Manggarai Timur. Dalam konteks inilah mengapa Kabupaten Manggarai Timur harus berdiri otonom. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat hadir di Colol, Manggarai Timur Foto Biro Humas Pemprov NTT Ada beberapa pristiwa sejarah sebagai rentetan agenda kemasyarakatan di balik hadirnya Kabupaten Manggarai Timur. Pada tanggal 6 Desember 2007 di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur ramai dengan bunyi gong gendang mengiringi para penari untuk menjemput tamu pejabat Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat dan para calon pejabat Kabupaten Manggarai Timur. Di hari yang penuh gembira dan ceriah itu, ada acara syukur atas peresmian Kabupaten Manggarai Timur. Anugerah Tuhan harus disyukuri dalam bentuk misa kudus yang dipimpin oleh Uskup Ruteng ketika itu, Mgr. Eduardus Sangsun, SVD Alm-Red. Kopi Colol Bupati Kabupaten Manggarai Timur Matim Agas Andreas menyebutkan bahwa kopi colol memiliki kontribusi besar bagi daerah Manggarai Raya yakni Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur. Menurut Agas kontribusi bagi daerah Manggarai, mempromosikan Kopi Colol beserta narasinya dan mendesainnya dengan tampilan sachet sekaligus bersedia sebagai marketingnya. Lebih lanjut menurut Agas Andreas Kopi Colol memiliki cerita tersendiri di tempat ini yang tentunya dinarasikan untuk menumbuhkan minat bagi para wisatawan berkunjung ke tempat ini dan menikmati kopi tersebut. Ditambahkan lagi bahwa proses pemasaran Kopi Colol ini, pihaknya dapat memanfaatkan Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Mabar sebagai daerah destinasi wisata super premium. Dengan memanfaatkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, maka Kopi Colol perlu didesain dalam bentuk sachet dan bersedia menjadi marketing untuk memasarkan kopi ini diseluruh hotel di sana Labuan Bajo tentunya hal ini butuh dukungan Pemprov, Bank NTT dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores BPOLBF. Yang disampaikan Bupati Agas Andreas perlu dipertimbangkan secara baik dan benar. Bahwasannya para petani kopi Belum Sejahtera’ Kopi Colol Mendunia, Para Petani Keluhkan Harga Para Tengkulak 24 Mei 2021 Bupati meluncurkan bahwa Kopi Colol siap diproduksi dalam kemasan untuk ke Labuan Bajo. Tetapi Bupati Agas tidak pernah sentil soal harga kopi selama ini di Colol selalu tidak stabil. Bahkan harga kopi selalu tidak bersahabat dengan para petani. “Selama ini Kopi Colol sangat mendunia, tapi tidak semua petani Kopi Colol sejahtera. Selama ini harga kopi jarang berpihak kepada kami selaku petani,” Pemerintah Manggarai Timur dan Pemerintah Provinsi NTT perlu adanya keseriusan sebagai pemimpin yang pro terhadap rakyat sekaligus memperhatikan harga kopi para petani. Naik dan turunnya harga kopi membuat pendapatannya semakin berkurang. Penting kehadiran Kopi Colol di Manggarai Timur bukan harus berfokus pada kesejahteraan masyarakat setempat. Bukan untuk kesejahteraan orang bermodal. Penulis asal Manggarai Timur. Dia adalah Mahasiswa STFK Ledalero, Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Manggarai di Maumere IMAMM, dan Anggota PMKRI Cabang Maumere Borong, Vox NTT- Siswa SMA Negeri 5 Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT berhasil meraih juara dua kategori Cipta dan Baca Puisi dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional FL2SN tingkat MKKS se-Kabupaten Manggarai Timur. Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Hardiknas 2 Mei 2023. Lomba yang diikuti oleh sebanyak 46 sekolah itu diselenggarakan di SMAN 5 Poco Ranaka, Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan selama tiga hari dimulai 28 hingga 30 April kemarin. Pemilik nama lengkap Josefine Pedrova Januarti 17 itu berhasil mengukir prestasi gemilang mengharumkan nama baik SMAN 5 Lamba Leda yang berlokasi di Rehut, Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Eva, begitu ia akrab disapa yang saat ini duduk di kelas XI itu merupakan warga Rehut Compang, Desa Golo Munga Barat. Eva mengatakan, kesuksesan yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan dan doa orang tuanya, seluruh siswa serta guru SMAN 5 Lamba Leda. Ia mengaku, puisi yang berjudul “Garuda Masa Depan” itu merupakan hasil karya yang ia ciptakan sendiri dengan bantuan guru pembimbingnya. “Saya sangat terharu dan bangga karena bisa meraih prestasi kategori Cipta dan Baca Puisi,” ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin 01/05/2023. Putri keempat dari pasangan Viktor Aman dan Veronika Iman itu menjelaskan, dirinya memiliki motivasi yang besar dan niat serta kemauan yang kuat untuk bisa mengukir prestasi gemilang sehingga bisa mengharumkan nama baik SMAN 5 Lamba Leda. Salah satu guru pembimbing, Martinus Nusri, mengatakan, pihaknya selalu memberi motivasi kepada siswa. Bahkan kata dia, pihaknya selalu membimbing dengan hati untuk bisa meraih prestasi. Alumni Universitas Flores itu mengakui bahwa, dirinya selaku pembimbing harus mengenal dengan baik karakter siswa secara lebih dekat. Guru pembimbing juga terang dia, dituntut untuk membuat perencanaan yang matang agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Pembimbing dapat mendidik, mengarahkan, dan melatih siswa untuk menampilkan yang terbaik pada saat lomba berlangsung. “Persiapan kami selama satu minggu lebih latihan. Meskipun masuk hari libur saat itu. Kami tetap semangat latihan setiap sore,” ujarnya kepada wartawan melalui WhatsApp. Guru pembimbing utama, Gabriella Dian James, mengatakan, dirinya selalu memberikan motivasi kepada siswanya agar bisa meraih prestasi. Alumni Universitas 45 Makassar itu mengaku, pihaknya ingin membuktikan bahwa, meski SMAN 5 berlokasi di kampung, namun bisa bersaing dengan sekolah lain di Manggarai Timur. “Kami ingin menunjukkan kepada sekolah lain bahwa SMAN 5 Lamba Leda memang berada di kampung, bahkan daerah terpencil, tetapi bisa bersaing dengan sekolah-sekolah di kota,” ujarnya kepada wartawan melalui WhatsApp. Sementara itu, Kepala Sekolah Kepsek SMA Negeri 5 Lamba Leda, Fransiskus Kam, mengatakan, pihaknya merasa sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh siswanya. Ia juga mengapresiasi guru pembimbing karena telah bekerja secara maksimal dalam rangka mengharumkan nama baik SMAN 5 Lamba Leda. “Terima kasih kepada teman-teman guru pembimbing karena berkat motivasi dari semua para guru sehingga bisa meraih prestasi ini,” ujarnya. Kepsek Frans berharap kepada siswa dan guru SMAN 5 Lamba Leda agar bisa mempertahankan prestasi ini dan bisa meningkatkan prestasi yang diraih saat ini. “Pokoknya sangat bangga dan saya mengucapkan terima kasih kepada guru dan siswa yang juara lomba, karena dapat mengharumkan SMAN 5 Lamba Leda,” ucapnya. Untuk diketahui, juara satu kategori Cipta dan Baca Puisi dalam kegiatan FL2SN yang digelar setiap tahun itu diraih oleh siswa SMAK St. Arnoldus Mukun kemudian juara dua diraih siswa SMAN 5 Lamba Leda. Selanjutnya juara tiga diraih oleh siswa SMAN 2 Lamba Leda, peringkat empat diraih SMAN 6 Elar. Peringkat lima diraih SMA Pancasila Borong dan disusul SMAN 4 Kota Komba. [VoN] Ruteng, Vox NTT – Sebanyak 19 Kasus bunuh diri terjadi di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT pada tahun 2019. Jumlah itu diketahui meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 hanya terdapat 11 kasus bunuh diri. CEO Yayasan Mariamoe Peduli YMP Jefrin Haryanto mengungkapkan data itu saat menggelar pertemuan akhir tahun bersama sejumlah awak media di kantor yayasan itu, yang beralamat di Gedung Mariamoe Lantai 3 Jalan Arabika Nomor 41, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Sabtu 21/12/2019. Menurut Jefrin meningkatnya kasus bunuh diri disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya ada turbulensi dinamika sosial. “Dalam situasi ini ada orang yang kalah dan ada orang yang menang. Ada yang secara psikologis menang dan yang secara psikologisnya kalah,” ungkapnya. Ia mengatakan kasus bunuh diri di Manggarai perlu dibedah pada level kebijakan. Pembedahan pada level kebijakan berkaitan dengan seberapa serius otoritas pemerintah melihat situasi ini sebagai soal bersama dan mencoba menelaahnya secara serius. Ia meminta sudah saatnya masalah bunuh diri tidak lagi didiskusikan pada kasus per kasus. Sebab, ada hal yang serius di tatanan konstruksi sosial. Menurut Jefrin sejak kasus bunuh diri ini mulai marak, pihaknya belum mendengar ada reaksi yang serius di level kebijakan Pemda Manggarai. Padahal, ia menilai Kota Ruteng sudah tidak ramah lagi bagi mereka yang bermasalah. Kota Ruteng atau Manggarai pada umumnya menurut Jefrin, kehabisan ruang dan orang yang bisa ada bersama mereka yang bermasalah. Sebab, ia berpendapat orang bunuh diri itu bukan karena dia ingin mati atau tidak takut mati. Tetapi bunuh diri diambil sebagai solusi untuk lari dari sebuah persoalan. “Kenapa orang punya banyak masalah dan tidak ada tempat buat orang untuk menjadi sandaran saat mengalami masalah, banyak orang punya masalah tapi tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. Apalagi ruang dan saluran untuk menyalurkan ekspesi setiap orang itu tidak ada,” kata Alumunus Magister Psikologi UGM itu. “Kota kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Bunuh diri itu indikasi ada masalah kronis di jiwa kota kita,” sambung Jefrin. Ia pun berharap, dalam hiruk pikuk pembangunan jangan sampai tak menyisahkan ruang untuk hati yang bersedih, atau tak ada lagi telinga yang rela mendengar. “Pembangunan jangan sampai menelantarkan kemanusiaan. Ruang publik hari-hari ini dipenuhi oleh isu-isu politik dan semoga tidak mengabaikan isu kemanusiaan ini,” katanya. Apalagi, saat ini Kabupaten Manggarai sudah memasuki masa Pilkada. Sebab itu, Jefrin berharap para kandidat membedah isu bunuh diri sebagai indikator kebahagiaan publik. Dikatakan, bunuh diri bisa dibaca sebagai potret masyarakat. Apakah masyarakat sudah bahagia atau tidak. “Silakan para kandidat meramu isu ini sebagai salah satu menu yang dimasukan dalam gagasan yang akan di usung,” tutupnya. Sebab, apabila pemerintah tidak mengambil langkah pencegahan atau solusi, Jefrin berkeyakinan jumlah kasus bunuh diri akan terus meningkat pada tahun berikutnya. Sehingga ia berharap ada langkah pencegahan atau upaya bersama dari semua stake holder untuk menyelesaikan persoalan ini. “Harus ada upaya bersama menurut saya perlu duduk bersama dan melihat secara jernih. Apa penyebab semuanya terjadi dan harusnya yang menginisiasi itu adala pemerintah yang punya kewenangan,” katanya. Penulis Pepy Kurniawan Editor Ardy Abba Laporan Reporter Robert Ropo BORONG - Pemerintah Daerah Pemda Manggarai Timur menggelar big event atau even besar Festival Kopi Lembah Colol. Festival Kopi Lembah Colol ini resmi dilaunching bertempat di Ruang Rapat Bupati Manggarai Timur, Selasa 6 Juni 2023. Sekda Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan Siregar didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau Parbud Manggarai Timur Rofinus Hibur Hijau, melaunching Festival ini dengan memukul gong lima kali. Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Boni dalam kesempatan itu, mengatakan, upaya pembagunan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Baca juga 11 Agenda Akan Digelar dalam Festival Kopi Lembah Colol 2023 di Ulu Wae Matim, Ini Rinciannya Meskipun demikian, ada banyak kritik bahwa dalam pengembangan kepariwisataan, pemerintah lebih fokus pada agregat pertumbuhan ekonomi semata, sementara peningkatan kesejehteraan masyarakat lokal terabaikan. Dalam banyak penelitian ditemukan bahwa agregat pertumbuhan ekonomi tidak selalu berjalan linear dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, praktik penyelengaraan pariwisata juga cenderung tidak memberikan masyarakat lokal ruang untuk ikut berpartisipasi. Dampaknya adalah hak-hak dan kondisi sosial budaya masyarakat lokal tidak terakomodir dalam pengambilan kebijakan. Atas dasar itu, perlu dipikirkan suatu model pembangunan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai basis utama. Salah satu model pembangunan pariwisata yang selaras dengan itu adalah konsep pariwisata berbasis masyarakat. Dalam konsep pariwisata berbasis masyarakat, praktik kepariwisataan dijalankan sepenuhnya dari, oleh dan untuk masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengadopsi konsep pariwisata berbasis masyarakat sebagai dasar dari arah pembangunan pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur sebagaimana yang termaktub dalam misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, terutama pada misi kedua yakni 'Mengembangkan ekonomi unggulan berbasis pertanian organik, pariwisata berbasis komunitas, industri kecil, koperasi dan usaha menengah dan kecil masyarakat'. Sebagai penjabaran teknis dari konsep pariwisata berbasis masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sampai dengan Tahun 2022 telah menetapkan 12 desa wisata. Dari 12 Desa Wisata tersebut, ada dua Desa Wisata yang berada di Kawasan Lembah Colol, yaitu Desa Wisata Colol dan Desa Wisata Ulu Wae. Bupati Agas juga menerangkan terkait sejarah Kopi Colol. Kawasan lembah Colol sejak lama telah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di NTT maupun Indonesia. Pengakuan terhadap kualitas kopi Colol memiliki riwayat historis yang panjang. Pada tahun 1937, Pemerintah kolonial Belanda mengadakan sayembara 'Pertandingan Keboen'. Sayembara ini merupakan kontes perkebunan kopi. Pada ajang tersebut, kopi lembah Colol berhasil keluar sebagai pemenang. Sebagai penghargaan, Pemerintah Kolonial Belanda menghadiahkan Bendera Kerajaan Belanda dan perangkat alat pertanian. Bukti penghargaan berupa Bendera dan perangkat pertanian tersebut masih ada sampai sekarang.

vox ntt manggarai timur hari ini